Keuangan

Legal Smart Channel

Kendati demikian, mendapatkan pinjaman modal usaha tentu bukan perkara mudah. Terlebih kini semakin bermunculan perusahaan penyedia layanan keuangan abal-abal atau fintech ilegal yang kian meresahkan masyarakat. Jakarta – Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat menyimpan daftar perusahaan pinjam online yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan agar terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal. Menurut Kuseryansah ini perbedaan mencolok antara pinjol legal dan pinjol ilegal. Melalui akses data pribadi tersebut, pinjol ilegal bisa meneror si peminjam serta rekan-rekannya, jika terlambat membayar.

Privasi adalah hal penting bagi para pengunjung website PermataBank, karena itulah PermataBank bertekad untuk melindungi privasi para pengunjung website PermataBank. Anda dapat menelusuri hampir semua website PermataBank tanpa terlebih dahulu wajib menyampaikan informasi pribadi apapun juga. Namun demikian, ada kalanya Anda diminta untuk memberikan informasi tertentu agar PermataBank dapat memberikan layanan yang Anda minta.

Cek legalitas perusahaan pemberi pinjaman sebelum mengajukan pinjaman. Pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasi pinjaman.”Jelasnya. Pada kesemapatan tersebut Parjiman menyampaikan agar masyarakat benar-benar hati-hati dan waspada dengan maraknya investasi ilegal dan pinjaman online ilegal. Karena hal itu sangat merugikan dan telah banyak masyarakat yang menjadi korban.

Apabila terjadi wanprestasi, Kami akan melakukan restrukturisasi skema pembayaran kembali Pembiayaan Peminjam dan dapat melakukan tindakan hukum dalam proses penyelesaian. Seluruh informasi dan data yang disediakan dalam Konsultasi Hukum Online di website lsc.bphn.go.id dan aplikasi Legal Smart Channel bersifat umum sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Tongam mengingatkan agar masyarakat meminjam sesuai kebutuhan dan kemampuan serta hanya digunakan untuk kepentingan produktif. Ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur kemudahan dan kepraktisan ang ditawarkan oleh pinjol.

Ia mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan kemudahan yang diberikan oleh pinjol, terlebih pinjol ilegal. Namun jika ingin meminjam dana dari pinjol, Yanti menyarankan agar memberikan tanda atau watermark pada foto data pribadi yang diberikan, untuk memudahkan pelacakan jika terjadi penyalahgunaan di kemudian hari. Liputan6.com, Jakarta – Asosiasi Fintech Pembayaran Bersama Indonesia menyatakan, ada sindikat pinjaman online ilegal yang sengaja menjerumuskan seseorang dalam perilaku ‘gali lobang tutup lobang’, ketika mengajukan pinjaman. Penyedia dana daftar pinjaman online legal bakal menelepon kamu dengan tujuan memverifikasi data-data dalam aplikasi pengajuan. Hati-hati dengan penyedia pinjaman yang sering menelepon cuma buat menawarkan pinjaman, karena bisa jadi itu penyedia pinjaman ilegal. Selain itu, perusahaan daftar pinjaman online legal, otomatis harus mematuhi ketentuan, etika dan perilaku sesuai regulasi yang berlaku.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button